Menu

Indonesia 10 Besar Dunia Orang Gemuk Featured

Indonesia 10 Besar Dunia Orang Gemuk Indonesia 10 Besar Dunia Orang Gemuk

(RuangSehat) Masalah dunia dewasa ini bukan hanya kekurangan makan alias busung lapar tapi juga kegemukan. Riset Institut Pengukuran dan Evaluasi Kesehatan (IHME) Amerika Serikat dalam jurnal The Lancet, baru-baru ini, menyebutkan, jumlah orang gemuk di dunia naik dari 875 juta orang pada 1980 menjadi 2,1 miliar orang pada 2013.

Itu berarti hampir sepertiga penduduk bumi kegemukan. Di negara berkembang, jumlah perempuan gemuk lebih banyak dibandingkan laki-laki. ”Perempuan di negara berkembang dituntut mampu mengerjakan banyak hal, bekerja sambil mengurus keluarga. Itu membuat mereka tak punya banyak waktu mengelola berat badan,” kata pakar kesehatan global IHME, Prof Ali Mokdad, kepada BBC.

Di negara maju, justru lebih banyak laki-laki yang obesitas. Kurang aktivitas fisik menjadi pemicu. Permukiman yang melebar ke luar kota membuat waktu tempuh dari rumah ke tempat kerja lebih lama. Waktu luang digunakan untuk hobi yang tak butuh banyak aktivitas fisik. ”Modernisasi dan teknologi membuat aktivitas fisik turun,” kata Hermann Toplak, presiden terpilih Asosiasi Eropa untuk Studi Obesitas (EASO).

Dalam riset IHME, merujuk Riset Kesehatan Dasar 2007 dan 2010, Indonesia masuk 10 besar negara dengan orang gemuk terbanyak. Menurut Riskesdas 2013, prevalensi orang gemuk lebih besar. Lebih dari 40 juta orang dewasa di Indonesia kegemukan. Hal itu setara jumlah penduduk Jawa Barat, provinsi dengan jumlah penduduk terbesar, tetapi semuanya berisiko menderita berbagai penyakit degeneratif, mulai dari diabetes, serangan jantung, stroke, hingga kanker.

Seiring meningkatnya kesejahteraan rakyat dan bertambahnya jumlah penduduk usia produktif sebagai buah dari bonus demografi, jumlah orang dewasa gemuk dipastikan terus naik. Mereka terdiri dari orang yang baru kelebihan berat badan dibandingkan berat badan standar sesuai tinggi tubuh dan yang sudah masuk kategori obesitas.

”Modernisasi membuat asupan kalori masyarakat tak seimbang,” kata Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Ekowati Rahajeng, Minggu (1/6), di Jakarta. Padahal, obesitas meningkatkan risiko penyakit diabetes, jantung, stroke, dan kanker.

Masyarakat Indonesia terbiasa mengonsumsi karbohidrat berlebih. Nasi tetap menjadi makanan utama, sedangkan mi, ubi, dan roti sebagai makanan selingan. Meski Indonesia bangsa agraris, konsumsi sayur dan buah amat rendah. Kondisi itu bersamaan dengan meningkatnya konsumsi makanan olahan dan siap saji tinggi lemak, garam, dan gula.

4 comments

  • cialis_pillsNM

    thnx for sharing your superb web site.

    posted by cialis_pillsNM Thursday, 19 January 2017 19:59 Comment Link
  • cialis_pillsNM

    Love the site-- very user friendly and lots to see!

    posted by cialis_pillsNM Monday, 16 January 2017 06:50 Comment Link
  • purchaselRP

    I enjoy the knowledge on your websites. Thank you so much!

    posted by purchaselRP Tuesday, 10 January 2017 01:47 Comment Link
  • James

    Its really a great and useful piece of information. Im glad that you shared this useful info with us. Please keep us informed like this. Thanks for sharing.

    posted by James Thursday, 17 November 2016 15:29 Comment Link

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

back to top