Menu

Inilah Efek Menolong

(RuangSehat) Manusia adalah makhluk yang mengada secara sadar bersama yang lain. Definisi ini menmpatkan manusia sebagai sesama bagi yang lain. Karena kita adalah sesama maka tindakan menolong orang lain adalah tindakan terpuji. Itulah ajaran yang sudah kita terima sedari awal ketika kita lahir dan bertumbuh di tengah keluarga. 

Apakah menolong hanya baik bagi orang yang ditolong? Tidak. Ketika Anda ikhlas menolong seseorang yang ditimpa kesusahan sadara atau tidak Anda akan diliputi rasa bahgia dan sukacita. Itulah kekuatan meolong. Bahkan, penelitian telah mengungkap bahwa menolong orang lain dan menjadi dermawan bisa membuat kita lebih panjang umur!

Ketika membantu orang lain, seringkali seseorang akan merasakan perasaan bahagia yang lazim disebut 'helper's high'. Ketika perasaan ini muncul, sesungguhnya otak tengah mengeluarkan zat kimia yang bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi stres.

Berikut beberapa manfaat kesehatan yang bisa didapatkan dengan menolong orang lain:

1. Panjang umur

Penelitian menunjukkan bahwa pasangan yang saling membantu dalam pekerjaan rumah tangga berusia lebih panjang dibandingkan dengan pasangan yang tak saling membantu.

2. Mengurangi stres

Penelitian juga menunjukkan bahwa orang yang pelit mengalami peningkatan hormon stres cortisol dalam tubuhnya. Sementara itu, menjadi dermawan dan suka membantu orang lain memberikan efek sebaliknya. Menjadi dermawan akan mengurangi tingkat stres dan produksi hormon stres pada tubuh.

Membantu orang lain, akan membantu tubuh Anda untuk melepaskan oxytocin atau disebut juga hormon cinta. Hormon ini akan membantu menurunkan stres dan meningkatkan kepercayaan terhadap orang lain. Ini juga alasan mengapa orang yang dermawan dan suka membantu orang lain menjadi berusia panjang dan lebih bahagia

3. Menurunkan tekanan darah

Penelitian menemukan bahwa orang yang suka membantu orang lain memiliki tekanan darah yang lebih rendah dan terkontrol. Peneliti juga menemukan bahwa orang yang memberikan bantuan pada orang lain juga sering mendapatkan bantuan ketika dia membutuhkannya.

4. Menurunkan risiko depresi

Rajin membantu orang lain dan dermawan juga membuat orang jauh dari depresi. Penelitian mengungkap bahwa orang yang mengalami trauma dan masalah mental biasanya akan lebih cepat membaik ketika terlibat dalam acara amal dan menjadi sukarelawan untuk acara sosial.

Ketika orang membantu orang lain, baik secara fisik, materi, atau mental, tubuh mereka mengeluarkan zat kimia seperti dopamine yang membuat tubuh lebih tenang. Ini akan membuat orang tersebut lebih bahagia, terhindar dari stres, depresi, penyakit jantung, dan lainnya.

 

404 comments

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

back to top